Nyeri pada Tangan

photo-hand-feathered

I.                    PENDAHULUAN

 

Nyeri adalah merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan pada kelainan dibidang orthopedi. Di tangan, saat ini keluhan nyeri juga merupakan keluhan terbanyak yang dikeluhkan.

 

Tangan adalah merupakan bagian tubuh yang paling aktif bergerak. Adanya keluhan nyeri pada tangan dapat menyebabkan terganggunya fungsi tangan, sehingga akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

 

II.                  ANATOMI TANGAN

 

Tangan merupakan bagian tubuh yang sangat kompleks, karena terdiri dari kumpulan tulang, otot, tendon, saraf dan pembuluh darah yang membentuk satu kesatuan dan dapat menghasilkan gerakan yang sangat bervariasi mulai dari gerakan yang sangat halus sampai dengan gerakan yang membutuhkan kekuatan.

 

Umumnya yang disebut dengan tangan adalah organ tubuh mulai dari pergelangan tangan hingga ujung jari tangan. Namun saat ini definisi tangan menjadi berkembang hingga sampai ke bahu.

 

III.                BEBERAPA KELAINAN NYERI DI TANGAN

 

1.      Entrapment Disease

a.      Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Jepitan pada saraf Medianus oleh ligament yang menyebabkan Nyeri pada pergelangan tangan hingga ke ujung jari ke 1, 2 dan 3.

b.      Trigger Finger

Jepitan pada pulley A1 tendon fleksor digiti yang menyebabkan terhambatnya hingga terkuncinya gerakan jari tangan pada saat flexor atau extensor.

c.       De Quarvain Disease

Jepitan pada selubung tendon kompartemen extensor satu yang menjepit tendon Abductor Policis Longus dan Extensor Policis Brevis.

2.      Arthritis

a.      Osteoarthritis

Radang tulang rawan sendi yang biasanya disebabkan oleh usia tua dan trauma.

b.      Rhematoid Arthritis

Radang tulang rawan sendi yang disebabkan oleh proses imunologi. Biasanya pada sendi-sendi jari.

c.       Gout Arthriits

Penumpukan Tophus pada sendi-sendi yang disebabkan oleh meningkatnya asam urat darah. Biasanya juga pada sendi-sendi jari.

3.      Tumor

a.      Neuroma

Tumor pada jaringan saraf.

b.      Bone Tumor

Tumor pada jaringan tulang, baik tumor primer ataupun sekunder

c.       Soft Tissue Tumor

Tumor jaringan lunak (lemak, otot, saraf dan pembuluh darah).

4.      Infeksi

a.      Infeksi Tulang (Osteomyelitis akut atau kronik)

Biasanya diikuti dengan gejala keradangan (Rubor, Dolor, Calor, Tumor dan Functio Laesa). Pada proses yang kronik ditemukan adanya sinus, ulkus, dan gambaran sequester (tulang mati) pada foto x ray.

b.      Infeksi Jaringan Lunak (Soft Tissue)

5.      Trauma

a.      Fraktur

Terputusnya jaringan tulang.

b.      Dislokasi

Lepasnya kaput sendi dari kapsul sendi.

c.       Sprain Ligamen

Robekan pada ligamen.

 

IV.                PEMERIKSAAN

 

1.      Pemeriksaan Fisik

a.      Look

Adanya bengkak, radang dan deformitas.

b.      Feel

Adanya benjolan yang nyeri tekan.

c.       Move

Adanya nyeri saat gerak pasif dan aktif, serta false movement.

2.      Pemeriksaan Penunjang

a.      Laboratorium

                                                                          i.      Darah Lengkap

Adanya peningkatan Leukosit menunjukkan adanya proses keradangan atau infeksi yang akut. Sedangkan peningkatan LED menunjukkan adanya proses infeksi yang kronik.

                                                                        ii.      Asam urat darah

Akan meningkat pada Gout Arthritis.

                                                                      iii.      Rhematoid Factor (RF)

Akan meningkat pada Rhematik Arthritis.

                                                                       iv.      C Reaktif Protein (CRP)

Untuk mengetahui adanya proses keradangan atau infeksi yang akut.

b.      Radiologi

                                                                          i.      Rontgen (x ray)

Pemeriksaan rutin yang dikerjakan untuk mencari etiologi nyeri pada tulang.

                                                                        ii.      CT Scan

Dibutuhkan untuk mendiagnosa nyeri pada kasus tertentu, misalnya non union fraktur scaphoid

                                                                      iii.      MRI

Diperlukan untuk pemeriksaan kelainan pada jaringan lunak (soft tissue).

c.       Elektrodiagnostik / Elektro Myografi (EMG)

Bermanfaat untuk mendiagnosa kasus kelainan yang berhubungan dengan saraf, misalnya CTS.

3.      Pemeriksaan Khusus

a.      Test khusus

                                                                          i.      Tinnel test (CTS)

                                                                        ii.      Trigger test (Trigger Finger)

                                                                      iii.      Finkelstein test (De Quarvain Disease)

b.      Biopsi jaringan

Untuk mengetahui jenis dari tumor (tulang atau jaringan lunak)

 

V.                  PENANGANAN

 

1.      Non Operatif

a.      Obat Medikamentosa (Anti Nyeri, Kortikosteroid, Antibiotika)

b.      Fisioterapi (Diatermi, Ultra Sound, Electric Stimulan)

2.      Operatif

a.      Release

b.      Arthrodesis

c.       Arthroplasty

d.      Debridement

e.      Open biopsi

f.        Eksisi

g.      Reposisi

h.      Fiksasi

 

VI.                KOMPLIKASI

 

1.      Dini

a.      Nyeri hebat

b.      Neurogenik Shock

2.      Lanjut

a.      Gangguan Sensibilitas

b.      Atrofi Otot

c.       Kaku sendi

d.      Deformitas pada Tangan (Claw Hand, Butoniere, Flexion deformity)

e.      Chronik Regional Pain Syndrome (CRPS)

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s